Inilah Cara Install Ulang Windows di Disk GPT maupun MBR Tanpa Menghapus Data
Cara Install Ulang Windows di Disk GPT maupun MBR
Menginstall Ulang Windows suatu Laptop memang Gampang-gampang susah.Tak lebih melulu mengikuti Step-step yang Akan diberikan panduan Oleh Windows Setup dari mula sampai Akhir.
Bahkan di akhir, bakal ada Microsoft Cortana yang akan beri panduan untuk Memilih dan memenuhi konfigurasi dan data User sampai masuk ke Windows 10 Baru.
Namun terdapat kalanya muncul sejumlah masalah yang menghentikan Kamu dari Tahapan Install tersebut, diantaranya yaitu hadir nya artikel pada ketika membagi Partisi yakni "Windows Cannot be Installed to This Disk. The Selected Disk Has An MBR Partition Table On EFI Systems, Windows Can Only Be Installed to GPT Disks"
(Tidak dapat melanjutkan Instalasi setelah hadir Cannot be Installed, Disk Dalam Posisi MBR)
Atau Bisa pun malah kebalikannya yaitu Muncul Tulisan "Windows cannot be installed on this disk. The selected disk is of the GPT partition style".
(Disk Dalam Posisi GPT)
Kenapa Bisa Terjadi ? Berikut Penjabaran nya.
Ada dua Jenis Partition Style atau Skema Partisi yakni MBR atau Master Boot Record dan GPT yang kepanjangan dari GUID Partition Table.
MBR kesatu kali diperkenalkan dengan IBM PC DOS 2.0 pada tahun 1983. Ini dinamakan Master Boot Record sebab MBR ialah boot sector eksklusif yang terletak di mula drive. Sektor ini mengandung boot loader guna sistem operasi yang terinstal dan informasi mengenai partisi logical drive.
MBR memang mempunyai keterbatasan. Sebagai contohnya, MBR melulu bekerja dengan disk Kapasitas Maksimal sampai 2 TB.
MBR juga melulu mendukung sampai 4 Partisi utama .Jika Anda hendak lebih, Anda me sti menciptakan salah satu partisi utama Anda suatu "partisi extended" dan menciptakan partisi logical di dalamnya.
Skema Partisi MBR berlangsung di Jenis System Legacy / BIOS.
Sedangkan GPT ialah standar baru yang secara bertahap menggantikan MBR.
Ini sehubungan dengan sistem Operasi dan BIOS standar baru yaitu memakai system UEFI - Unified Extensible Firmware Interface yang bakal menggantikan system Legacy / BIOS (Basic Input Output System) pada suatu Komputer / Laptop lama yang telah lama dengan sesuatu yang lebih Modern.
Termasuk GPT yang pun secara tidak langsung bakal menggantikan sistem partisi MBR yang mempunyai Keterbatasan dengan sesuatu yang lebih canggih dan Leluasa.
Disebut GUID Partition Table sebab setiap partisi pada drive mempunyai "Pengenal menarik Global" atau GUID string acak sampai-sampai setiap partisi GPT di drive memungkinkan mempunyai pengenal uniknya sendiri.
GPT tidak mempunyai batasan layaknya MBR. Kapasitas Drive berbasis GPT bisa jauh lebih besar, dengan batas ukuran tergantung pada sistem operasi dan sistem Filenya.
GPT pun memungkinkan guna jumlah partisi yang nyaris tidak terbatas. Sekali lagi, batas di sini ialah tergantung dari sistem operasi yang digunakan. Windows memungkinkan sampai 128 Partisi pada drive GPT, dan kita tidak perlu menciptakan Partisi Extended guna membuat tidak sedikit Partisi, tidak laksana MBR yang hanya diberi batas Hingga 4 Pembagian Partisi.
Pada MBR disk, data partisi dan boot ditabung di satu tempat. Jika data ini ditimpa atau rusak, kita berada dalam masalah.
Error Bootmgr pada Windows dengan System MBR
Sebaliknya GPT menyimpan tidak sedikit Salinan data ini di semua disk, sampai-sampai jauh lebih powerful dan bisa pulih andai data rusak.
Error Windows pada System GPT
Sistem UEFI pun memiliki tidak sedikit keunggulan daripada System Legacy yang telah Berumur 3 Dekade yaitu:
=> Waktu Booting Komputer menjadi lebih Cepat.
=> Fitur lebih tidak sedikit seperti Aktifnya Mouse, Touchscreen di Menu UEFI / BIOS
=> Bahasa Pemrogramana dasar EFI dari Bahasa-C, tidak laksana BIOS/Legacy yang memakai Bahasa Assembler.
=> Fitur CSM guna memungkinkan mengerjakan Compatibilitas ke Hardware / Software lama.
=> Secure boot yang dapat melindungi Perangkat dari Program dan Driver yang tidak sesuai dan Terpercaya.
=> Tampilan Visual dan Kelengkapan dalam memperlihatkan Informasi hardware.
Jika laptop anda keluaran tipe Lama bisa jadi masih memakai BIOS dan tanpa adanya UEFI. Jadi anda tetap dapat menggunakan OS baru, namun tentunya memakai Skema MBR dan System Legacy.
Sedangkan Semua Platform Lomputer baru akan berpindah dari legacy BIOS ke UEFI Firmware. Mungkin guna 5 tahun ke depan nyaris semua produk laptop dan PC yang diciptakan oleh vendor sudah memakai UEFI dan meninggalkan pendahulunya: Legacy BIOS.
Lalu Mana yang Harus Saya Pilih ?
Jika anda menggunakan Windows 7, anda mungkin tidak bakal dipusingkan dengan MBR dan GPT sebab sejatinya Windows 7 melulu menggunakan Jenis Partisi MBR dengan Sistem Legacy / BIOS. Tetapi dengan menanggung sejumlah kekurangan MBR dan System Legacy laksana yang telah dilafalkan diatas.
Dan andai laptop anda keluaran tipe Lama bisa jadi masih memakai BIOS dan tanpa adanya UEFI. Jadi anda tetap dapat menggunakan OS baru, namun tentunya memakai Skema MBR dan System Legacy.
Nah, andai Komputer anda keluaran baru dan hendak menginstall suatu Windows 8.1 atau Windows 10 anda harus meyakinkan apakah hendak menggunakan MBR (Master Boot Record) atau GPT (GUID Partition Table) dan Apakah akan memakai sistem Legacy atau UEFI.
Setting Legacy / UEFI di BIOS
Kamu me sti merubah settingan di BIOS tetapnya pada settingan Boot Menu. Jika memakai GPT maka anda harus memilih EUFI, begitu pun sebaliknya MBR pilih Legacy.
Kamu pun harus memakai Installer yang cocok dengan Boot Mode yang dipilih. Kamu dapat menggunakan Software Seperti Rufus guna Membuat Bootable ke Flashdisk. Download Rufus
Memilih Skema Partisi GPT untuk menciptakan Windows 10 UEFI di Rufus
1. Pilih Flashdisk yang hendak dibuatkan Bootable.
2. Select ISO File Windows.
3. Pilih Partition Scheme GPT andai kamu hendak menggunakan UEFI system.
Pilih MBR andai menggunakan System Legacy atau BIOS.
4. Klik Start Untuk mengawali Proses menciptakan Bootable Flashdisk - Windows Installer.
5. Setting Boot Priority di BIOS Laptop / Komputer anda ( Tergantung Brand, Misal: via F1, F2, Dell, ESC) ke USB / Flashdisk tadi atau Bisa masuk ke Boot Selection Menu (Tergantung Brand, Misal: Lenovo -> F12) dan memilih Flashdisk tadi untuk mengawali penginstall Windows.
Boot Selection ke Flashdisk -> Tekan Enter
Ikuti Proses Instalasi Windows, hingga ke Menu Pengaturan Partisi.
=> Apabila anda menemukan Peringatan berikut, berarti anda menggunakan Skema UEFI / EFI namun Partition Style pada Drive yang sedang dipakai sekarang Masih di MBR.
Dengan mudahnya Kamu lumayan dengan menghapus (Delete) seluruh Partisi yang telah ada.
Lalu menciptakan (Create) Partisi kembali. Otomatis Skema Partisi yang digunakan oleh Windows anda akan memakai GPT.
Pastikan telah tidak terdapat Data yang me sti anda backup / data sudah anda Backup.!
Baca tutor di bawah guna merubah MBR ke GPT tanpa Menghapus Partisi !
=> Sebaliknya andai muncul Peringatan diatas, berarti anda masuk ke Bootable dengan System Legacy namun Partition Scheme pada Drive yang kamu pakai sekarang telah di Posisi GPT. Ini seringkali muncul bilamana kamu mendowngrade dari mula Windows 10 ke Windows 7. Atau dapat juga muncul bilamana kamu menciptakan Bootable Windows 10 memakai System Legacy namun Harddisk sekarang anda sudah di posisi GPT.
Jika bukan Menginstall Windows 7, usahakan anda menggunakan Skema GPT dan System UEFI pastinya dengan mempertimbangkan Fitur diatas dan guna mendapatkan fitur lebih baik dan menyeluruh di masa mendatang.
Meskipun dapat saja memakai Skema MBR dengan Sistem Legacy dengan teknik Menghapus Semua Partisi yang terdapat dan secara Otomatis Windows yang diinstall memakai Legacy, namun lebih baik anda merubah Bootable Flashdisk ke Skema GPT di Rufus.
Lalu bagaimana bilamana Partisi di Drive saja terdapat tidak sedikit data dan susah untuk di Backup. Apakah dapat tanpa menghapus seluruh Partisi ?
Bisa dong.
Di Windows 10 version 1703 (Creator's Update) dan seterusnya Microsoft menciptakan Tool guna merubah Skema Drive dengan Nama file MBR2GPT.EXE
File ini sedang di Folder C: > Windows > System32
Kamu dapat menggunakan Tool ini Via CMD di Windows PE ataupun di Windows RE (Recovery environment).
Bagaimana andai Windows nya Error atau tidak dapat menggukana Tool diatas.
Kamu dapat menggunakan Program AOMEI Partition , MiniTool Partition Wizard, EaseUS Partition Manager dll.
DLC Boot 2017 - All In One Tool dengan pelbagai Software Repair.
Atau kamu dapat mendownload All In One Tool yang biasa Para Teknisi Pakai, Termasuk Saya 😀😁 Yaitu Hirens maupun DLC Boot .
Pilih Disk Tools > dan Kamu bermukim memilih apapun Software Partition Manager yang dilafalkan diatas.
Caranya paling Mudah, anda tinggal Klik Kanan di Disk Drive > Convert to GPT. Ataupun sebaliknya. Lalu tidak boleh lupa guna Apply.
Setelah di Rubah / Convert maka tidak bakal ada Peringatan pada saat mengerjakan Partisi Windows tadi, dan kamu dapat membiarkan partisi yang terdapat Data anda untuk tidak di Format.
Tara, anda Melakukan Install Ulang Windows ke GPT tanpa Menghapus Data. Jadi anda tidak butuh membackup seluruh File yang terdapat di Drive D (Misal) dan menciptakan Waktumu menjadi lebih Efisien.
Semoga Tutorial kali ini bermanfaat. Jika berkenan, tolong Share Postingan ini Ke Sosial media anda ya agar semakin tidak sedikit temen mu yang tertolong. Jangan Lupa Tinggalkan Komentar di Kolom Diskusi artikel ini.

0 Response to "Inilah Cara Install Ulang Windows di Disk GPT maupun MBR Tanpa Menghapus Data"
Post a Comment